Didi Kempot Sempat Keluhkan Ini sebelum Meninggal Dunia - Tribun Jogja
RIP Didi Kempot The Godfather of the Broken Heart (sumber gambar: Jogja.tribunnews.com)
Hari ini, 05052020 baru buka HP sudah mendapat kabar meninggalnya salah satu artis idola murid-murid saya. Hingga tulisan ini dibuat, kabar yang bisa saya dapatkan bahwa Didi Kempot mengeluh tidak enak badan sejak hari Senin. Pada Selasa pagi jam 7.30 tiba di rumah sakit. pada jam 7.45 meninggal dunia. Jadi belum bisa saya tuliskan penyakitnya apa.

Tetapi, saya bawa kabar tersebut ke kelas saya. Ternyata, banyak siswa saya yang belum mengetahui kabar tersebut. Jadi, sekalian saja kita gunakan momen ini untuk mengkaji kehidupan Didi Kempot sebelum meninggal. Harapan saya, hal tersebut bisa menginspirasi anak-anak untuk berbuat sesuatu bagi bangsanya, sesuai bidang yang dikuasai.

Kita sudah tidak asing dengan Didi Kempot. Penyanyi spesialis campursari dan lebih spesialis lagi untuk lagu-lagu tentang patah hati. Didi Kempot tenar seiring diterimanya musik campursari di masyarakat. Sebagai informasi, tidak hanya masyarakat Jawa yang menikmati campursari. Masyarakat luar Jawa bahkan luar negeri juga bisa menikmatinya.

Tentu bukan perjuangan yang mudah memperkenalkan jenis musik baru. Tetapi lambat laun, Didi Kempot menikmati buah kerja kerasnya.

Akhir-akhir ini, anak-anak muda juga keranjingan Didi Kempot, terutama lagu-lagu broken hearnya. Jadilah dia dinobatkan menjadi The Godfather of Broken Heart. Para penggemar usia muda ini menamakan diri sebagai Sad Boys dan Sad Girls, yang secara umum disebut Sobat Ambyar.
Pernah Didi Kempot mengadakan konser di kota saya, Batu - Jawa Timur. Kelakuan anak-anak kan setelah nonton konser biasanya menyisakan sampah. Nah, kami memanfaatkan itu dengan menyapa: Sobat Ambyar, nikmati konsernya, tetapi bawa pulang sampahmu.

Beberapa literatur menyebutkan, beberapa hari sebelum meninggal ini Didi Kempot mengadakan konser tunggal daring yang berhasil mengumpulkan dana hingga lebih dari 7M. Dana tersebut ditujukan untuk membantu penanganan COVID-19. Sungguh mulia. Dengan talenta yang dikuasai, dia bisa menggalang dana untuk membantu sesama.
Hal itulah yang patut saya bagikan kepada murid-murid saya. Mereka boleh punya talenta yang berbeda. Yang membedakan mereka dengan yang lain adalah memaksimalkan talenta itu dan berusaha agar bisa bermanfaat bagi sesama.

#tetapsehat tetap #dirumahaja dan bermanfaat bagi sesama