LEMBAR KERJA / GAMBAR KERJA UNTUK PEMBUATAN PROTOTYPE PRODUK BARANG/JASA

 

pembuatan storyboard (Sumber gambar: www.freepik.com)

KD 3.6 dan 4.6 Produk Kreatif dan Kewirausahaan Kompli Produksi Siaran dan Program Televisi (PSPT)


Hola. 

Semangat pagi selalu.

Dalam seri tulisan untuk materi belajar Produk Kreatif dan Kewirausahaan, kita sudah belajar tentang desain dan proses pembuatan prototype dan kemasan produk barang/jasa. Nah, langkah selanjutnya adalah membuat gambar kerja / lembar kerja pembuatan prototype. Produk barang/jasa pada dasarnya sama-sama bisa dibuat gambar kerjanya. 

Bila desain merupakan proses membuat rancangan pembuatan suatu obyek dan sistem, maka gambar kerja merupakan cara menjelaskan desain secara gamblang sehingga desain tersebut bisa diwujudkan. Dengan pengertian ini, maka gambar kerja harus sama-sama dapat dipahami oleh pembuat desain (ide) dan pelaksana di lapangan. Gambar kerja memuat simbol yang telah disepakati bersama, salah satunya sesuai standar ISO. 

Proses pembuatan gambar kerja dalam dunia arsitektur (Sumber: www.freepik.com)

FUNGSI GAMBAR KERJA
Pada dasarnya, gambar kerja merupakan penghubung antara perancang dengan pelaku lapangan yang akan mewujudkan rancangan. Adapun fungsi gambar kerja adalah:
  1. Penyampai informasi: dengan adanya visual awal proses perancangan berupa gambar kerja, maka perancang dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan rancangan yang dibuatnya.
  2. Perwujudan pemikiran dalam penyiapan informasi: dalam proses pembuatannya, gambar kerja dianalisa dan dievaluasi. Hal ini memungkinkan dilakukan perbaikan, sehingga hasil akhir gambar sempurna. Bayangkan jika tidak dibuat gambar kerja yang sempurna, maka bisa saja dalam proses mewujudkan ide tersebut akan sering terhambat. 

Dalam dunia arsitektur, misalnya, gambar kerja sebelum sebuah bangunan dibuat meliputi:

  • denah (penampakan potongan bangunan dari arah atas), 
  • block plan (rencana dua dimensi terhadap sebuah kapling tanah), 
  • site plan (tata letak elemen. Dalam site plan sebuah kompleks perumahan, berarti tata letak rumah dan komponen perumahan lainnya), 
  • rencana pondasi, 
  • rencana balok lantai, 
  • rencana atap, 
  • rencana sanitasi, 
  • dan masih banyak lagi.

Dalam dunia produksi produk makanan, maka gambar kerja bisa berupa rancangan model cetak makanan, gambar kemasan dan langkah pembuatannya, hingga rancangan mesin pencetak makanan dan mesin pengemas. 

Dalam dunia produksi kerajinan, maka gambar kerja bisa berupa rancangan kerajinan, berikut keterangan bahan, spek, cara pembuatan, hingga pengemasannya. 

GAMBAR KERJA DALAM PRODUKSI SIARAN DAN PROGRAM TELEVISI

Bagaimana dalam dunia broadcasting dan film? Apakah memerlukan gambar kerja?

Yupp, dunia broadcasting dan film juga memerlukan gambar kerja yang disebut dengan story board, floor plan, tata cahaya, dan gambar lain yang diperlukan. 

Menurut Anton Mabruri dalam buku "Manajemen Produksi Program Acara TV Format Acara Drama" (Grasindo, 2013), yang disebut dengan story board, floor plan, tata cahaya, dan treatment. 

  • Story board: visualisasi rekaan yang berbentuk sketsa gambar seperti komik atau perkiraan hasil gambar yang nantinya akan dijadikan pedoman pengambilan gambar oleh operator kamera. Sketsa gambar ini dibuat olah storyboarder dengan instruksi dari sutradara dan pertimbangan DOP (Director of photography) serta Desainer Produksi. Keberadaan story board sangat penting sebagai acuan kerja. Story board tidak harus berupa gambar yang bagus, yang paling penting gambar tersebut mampu memberikan gambaran shot yang perlu diambil oleh kameraman. Sebagai catatan khusus, untuk produksi iklan, maka story board harus bagus dan benar-benar merepresentasikan visual yang akan digarap.
  • Floor plan: penduan blogcking atau peta lapangan produksi. Ini adalah gambaran posisi peralatan produksi (kamera, lighting, set props, dll.), dan talent (aktor/aktris) pada saat pengambilan gambar (shot). Dengan adanya floor plan, maka saat produksi sutradara tidak perlu repot mengatur posisi alat, karena sebelumnya kru sudah memiliki panduan dari floor plan. 
  • Tata Cahaya: sebagaimana kita ketahui, komposisi tata cahaya yang baik perlu dipersiapkan agar hasil pengambilan gambar bagus. Perancangan tata cahaya dapat dibuat dalam bentuk gambar dalam setiap schene, sehingga kru dapat mempersiapkan sebelum shoting.
  • Treatment / Director's treatment:ini adalah konsep visualisasi cerita sebagai hasil penerjemahan sutradara atas skenario yang dipelajarinya. Produk akhir dari proses ini adalah shot list yang rinci. 
Selain daftar di atas, bisa jadi sekelompok kru produksi memerlukan gambar kerja yang lain yang diperlukan, sesuai kondisi lapangan. 
Namun, perlu diingat bahwa meskipun gambar kerja dan segala rencana telah dibuat, terkadang kru harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan. Kemampuan ini sangat penting dimiliki, sehingga meski dalam kondisi tidak ideal sesuai rencana, produksi masih dapat berjalan dan mencapai target. 

Ternyata, gambar kerja sangat penting dalam berbagai bidang. Sst, banyak orang tidak memiliki kemampuan menyampaikan ide dalam bentuk gambar, padahal kita tahu visualisasi ini sangat penting. Terpikirkah bahwa pembuatan gambar kerja ini juga bisa menjadi peluang usaha? ;)

Jadi, bagaimana dengan kalian?
Sudahkah membuat perencanaan yang baik sebelum produksi?

Posting Komentar

0 Komentar